Kamis, 21 November 2013



Sistem Proteksi pada Steam Drum HRSG
 (Heat Recovery Steam Generator)
Zalman Fariz
Abstrak:
            Pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) selalu memiliki komponen HRSG (Heat Recovery Steam Generator). HRSG memiliki komponen yang sangat penting yakni steam drum yang memiliki parameter yang harus dikontrol yakni level dan tekanan. Oleh karena itu, steam drum dilengkapi sistem proteksi level dan tekanan. Paper ini membahas perancangan sistem kontrol level dan tekanan pada steam drum HRSG dan dilengkapi dengan gambar P&ID



Pendahuluan
            HRSG (Heat Recovery Steam Generator)
            Heat Recovery Steam Generator (HRSG) adalah suatu sistem alat yang berfungsi sebagai boiler atau pemanas yang memanfaatkan kembali produk lain atau sisa gas buang dari proses utama turbin gas untuk memanaskan air dari feedwatertank dari 60C menjadi ±600C yang dapat dirubah bentuk menjadi uap untuk dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku steam turbin.Aplikasi dari HRSG dibagi menjadi 2 yakni:
·         Coogeneration Plant à HRSG Plant menghasilkan uap yang selanjutnya uap tersebut digunakan pada proses industri.
·         Combined Cycle Power Plant à HRSG Plant menghasilkan uap yang selanjutnya uap tersebut digunakan sebagai bahan baku Turbin Uap untuk membangkitkan listrik.
HRSG terdiri dari  komponen-komponen  diantaranya Suply firing, High Pressure (HP) Superheater, Evaporator HP, Eco HP, steam drum.
  Gambar1:Heat Recovery Steam Generator
Gambar1: Heat Recovery Steam Generator
       
     Saat proses didalam HRSG berfasa cair maka proses tersebut berlangsung pada HP Eco, sedangkan proses didalam HRSG mulai berfasa vapor namun masih mengandung air maka proses tersebut berlangsung pada HP Evaporator, dan sedangkan proses didalam HRSG berfasa superheated maka proses tersebut berlangsung pada HP Superheated.

Steam Drum HRSG
3.1          Steam Drum
Secara umum, ada empat buah jenis pipa yang dihubungkan ke steam drum yakni pipa suplai dari economizer, pipa menuju downcomer (kumpulan pipa yang menyalurkan air ke dalam evaporator dengan menggunakan prinsip gravitasi), pipa riser (pipa berfungsi menyalurkan steam dari evaporator ke dalam steam drum, dan. Air yang mengalir dari pipa economizer merupakan aliran input yang menuju ke steam drum). Pipa dari economizer mengalirkan air dari saluran economizer yang hampir berada pada titik saturasi untuk dialirkan ke evaporator. Steam drum difungsikan untuk menampung air yang nantinya digunakan sebagai cadangan agar tidak terjadi kekosongan pada pipa evaporator. Jika terjadi kekosongan air pada pipa evaporator maka akan terjadi overheating pada pipa evaporator sehingga menyebabkan material pipa dapat terbakar dan terjadi kegagalan sistem.
Steam drum juga berfungsi sebagai pemisah air dengan uap yang dari evaporator sehingga diharapkan uap yang keluar dari steam drum merupakan uap murni yang tidak mengandung air (tidak berfasa cair) sebelum menuju ke superheater section sedangkan air yang belum berubah menjadi uap murni dikembalikan kembali menuju evaporator untuk dipanaskan kembali melalui pipa downcomer. Untuk menjaga steam drum agar selalu berada dalam keadaan normal, dipasang 2 jenis kontrol yakni kontrol level dan kontrol tekanan. Kontrol level berfungsi untuk mengatur laju aliran air. Jika level didalam tangki lebih dari set-point yang diberikan, maka control valve akan mengurangi air yang masuk dengan mengatur bukaan katup hingga mencapai keadaan yang diinginkan. Begitu juga jika level dalam tangki kurang dari batas normal maka control valve memberikan input air yang lebih banyak. Pada steam drum juga terdapat pressure safety valve yang membuka secara otomatis jika tekanan uap pada steam drum mendekati batas ambang kemampuan steam drum.

Proses Boiling pada Evaporator
Proses boiling atau pendidihan terjadi di evaporator. Setelah air memasuki steam drum, air yang akan mengalami boiling memasuki downcomer lalu memasuki tube yang terpapar oleh gas panas secara terus-menerus. Tube yang memanas turut memanaskan air yang melaluinya hingga pendidihan terjadi. Fenomena boiling terjadi akibat air menerima kalor sehingga memanaskannya dan mengubah fasa air dari cair menjadi gas. Kalor yang diterima air membuat suhu air mengalami peningkatan hingga mencapai titik didihnya. Setelah suhu pada titik didih tercapai, air masih menerima kalor, berupa kalor laten, sehingga air berubah fasa dari fasa cair ke fasa gas yaitu berupa uap.
Uap yang terjadi di dalam proses evaporasi sendiri terdiri atas dua jenis yaitu uap basah dan uap kering. Uap kering adalah uap yang tidak mengandung kelembapan. Dengan kata lain, uap kering merupakan air yang mengalami perubahan fasa seluruhnya menjadi uap. Suhu dari uap kering sama dengan suhu air keadaan saturasi pada tekanan steam drum.
Uap basah merupakan uap yang masih memiliki kandungan air, baik itu dalam bentuk butiran air, embun, maupun kabut. Uap basah adalah hasil dari penguapan yang tidak sempurna atau hasil dari kondensasi sebagian yang terjadi pada proses evaporasi. Pada tekanan yang sama jumlah kalor pada uap basah akan lebih rendah daripada kalor pada uap kering meskipun memiliki suhu yang sama yakni suhu saturasi. Hal itu karena pada uap kering terdapat sebagian fraksi liquid atau kualitas uap pada campuran gas-cair sehingga entalpi yang dimiliki uap basah tidak sepenuhnya merupakan entalpi air pada suhu saturasi, melainkan ada penambahan entalpi penguapan.
Hasil uap yang dihasilkan evaporator diusahakan tidak dalam bentuk uap kering. Hal itu dikarenakan, uap kering dapat membahayakan tube dari evaporator.Uap basahlah yang biasa terbentuk di evaporator. Untuk menghilangkan kadar air pada uap, unit separator dipasang pada steam drum. Separator itulah yang memisahkan uap yang dialihkan menuju superheater dan air dialirkan kembali ke downcomers untuk diproses kembali di evaporator.

            Kontrol Level pada Steam Drum HRSG
            Pada proses HRSG (Heat Recovery Steam Generator) umumnya memiliki komponen steam drum yang digunakan untuk memisahkan air dengan uap dari evaporator dengan prinsip perbedaan massa jenis sehingga diharapkan uap yang keluar dari steam drum merupakan uap murni yang tidak mengandung air sebelum menuju ke superheater section untuk dipanaskan kembali (dipanaskan kembali untuk memastikan bahwa uap yang keluar dari boiler benar-benar mengandung uap air kering. Uap air yang keluar dari boiler diharuskan  uap kering agar uap tersebut tidak mengandung air yang dapat merusak sudu-sudu turbin. Pada saat kontrol steam drum boiler biasanya dibutuhkan data suplai air yang dibutuhkan agar  dapat mencegah terjadi kekurangan dan kelebihan  level pada steam drum. Jika level pada steam drum kurang dari set point maka dapat menyebabkan  overheating dan ledakan pada boiler sedangkan jika level pada steam drum melebihi set point maka dapat menyebabkan uap yang dihasilkan mengandung banyak air dan pada akhirnya kandungan air tersebut dapat merusak sudu-sudu turbin.  Pada keadaan seperti ini, steam drum merupakan salah satu komponen. boiler yang memiliki kondisi kritis untuk keselamatan dan ekonomi operasional sehingga level pada steam drum perlu dikontrol.

            Konfigurasi Sistem Kontrol Level
            Pada umumnya parameter-parameter steam drum boiler yang digunakan untuk pembangkit listrik selalu memberikan input yang dinamis sehingga diperlukan suatu konfigurasi sistem kontrol jenis three element control. Pada jenis three element control, terdapat 3 komponen yang digunakan untuk mengontrol level pada steam drum yakni laju aliran feed water, laju aliran outlet steam, dan ketinggian air pada steam drum.
             Jenis konfigurasi level kontrol terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan jumlah komponen yang digunakan sebagai masukan untuk mengontrol bukaan control valve. Ketiga konfigurasi sistem kontrol yang digunakan untuk mengatur level ketinggian air pada steam drum yakni single element control, two element control, dan three element control.  Pemilihan salah satu konfigurasi sistem kontrol yang digunakan berdasarkan kebutuhan dan kapasitas tangki yang digunakan. Terdapat empat  parameter yang mempengaruhi level pada permukaan steam drum, yakni kecepatan aliran massa feedwater, kecepatan aliran  massa outlet-steam, tekanan dan suhu pada steam drum.
            Konfigurasi single element control  pada steam drum boiler merupakan konfiurasi sistem kontrol yang memerlukan satu parameter yang dapat menentukan bukaan ­control valve. Biasanya digunakan saat kondisi beban pada steam drum relatif stabil atau tidak fluktuatif. Sistem kontrol ini  memberikan respon lambat dalam menjaga keadaan level jika terjadi perbedaan dengan setpoitn yang telah ditentukan karena sistem kontrol ini hanya mengandalkan level transmitter sebagai acuan untuk mengontrol bukaan valve. Namun, biaya untuk instalasi murah karena sistem ini menggunakan perangkat instrumen sedikit.
Gambar2: Single Element Control

            Konfigurasi two element control merupakan konfigurasi sistem kontrol yang memerlukan dua parameter untuk menentukan besaran bukaan control valve feedwater. Kedua parameter tersebut adalah flow control dan level control. Konfigurasi sistem kontrol ini sering disebut sebagai feedforward –feedback karena konfigurasi ini menggunakan gabungan prinsip feedforward yang mengatur kebutuhan aliran steam dan feedback control yang mengirimkan sinyal keadaan level pada steam drum. Berikut gambar konfigurasi two element sistem kontrol. 

                                                      Gambar 3: Two Element Control
            Konfigurasi three element control merupakan konfigurasi sistem kontrol yang memerlukan tiga parameter untuk menentukan bukaan control valve feedwtarer. Tiga parameter tersebut adalah laju aliran steam flow, ketinggian air didalam steam drum, dan laju aliran feedwater. Sistem kontrol ini memberikan respon yang sangat cepat sehingga sistem kontrol ini dapat digunakan untuk porses yang sering terjadi fluktuatif dan tidak dapat diprediksi.

   Gambar 4: Three Element Control
    
            Dari gambar diatas menunujukkan level transmitter dibandingkan dengan set-poi­nt dari steam drum dan dicari selisihnya. Perubahan dari selisih antara set-point dengan level yang diperoleh dibandingkan dengan selisih kecepatan aliran massa uap yang keluar dengan air yang masuk. Kemudian perubahan dari selisih tersebut yang nanti akan mengatur bukaan controlvalve
            Pada umumnya steam drum merupakan salah satu komponen boiler yang menentukan boiler bekerja secara aman dan baik atau tidak. Selain itu, steam drum  sangat mempengaruhi kinerja dari sistem boiler. Oleh karena itu, level steam drum harus dikendalikan sesuai dengan prosses pada boiler yang dinyatakan dengan set point
            Jika level pada steam drum  melebihi dari batas set point maka air akan terbawa bersama uap menuju turbin. Hal ini menyebabkan kerusakan pada sudu-sudu turbin sedangkan jika level pada steam drum kurang dari set point maka terjadi overheating pada tubing-tubing dan terjadi ledakan bahkann dapat mengakibatkan kematian.
         Gambar 5 : Diagram Alur Kontrol Level
            Laju aliran feedwater yang masuk ke dalam steam drum berlangsung secara dinamik (tidak steady state). Jika tidak dikontrol maka laju aliran tersebut dapat mengganggu variabel yang dikontrol yaitu bukaan control valve. Karena proses tersebut dipengaruhi oleh parameter (laju aliran feedwater) dengan keadaan seperti yang dijelaskan sebelumnya maka dibutuhkan konfigurasi sistem kontrol yang sesuai dengan proses tersebut.
            Pada kasus pengontrolan level HRSG Sengkang dibutuhkan konfigurasi gabungan single dan three element control. Konfigurasi single elemen control digunakan saat laju aliran kurang dari set point atau biasanya pada saat HRSG sedang melakukan start up. Sedangkan konfigurasi three element control digunakan saat proses berjalan normal. Berikut diagram blok pengendalian level steam drum.

Diagram blok di atas menjelaskan tentang alur pengendalian ketinggian air pada steam drum dengan mengendalikan besarnya bukaan control valve. Sistem kontrol di atas merupakan sistem yang bersifat feed-back atau umpan-balik. Sistem umpan-balik memerlukan data, yang digunakan sebagai perbandingan terhadap set-point yang diinginkan dari keluaran sistem, yakni level steam drum dengan menggunakan level transmitter. Hasil kalkulasi yang diperoleh pada sistem level transmitter dikurangi dengan set-point untuk dicari selisihnya.
            Jumlah elemen kontrol tergantung pada jumlah aliran massa uap yang keluar dihasilkan HRSG. Ada persyaratan bahwa agar menjalankan kontrol tiga element, diperlukan kecepatan aliran massa uap yang keluar minimal telah mencapai batas atau lebih dari setpoint yang diberikan.

Kontrol Tekanan pada steam drum HRSG
            Selain sistem proteksi ketinggian muka air pada steam drum evaporator, terdapat sistem proteksi lain pada steam drum yaitu sistem proteksi tekanan. Tekanan drum perlu mendapat perhatian karena drum memiliki sifat material yang terbatas. Artinya material steam drum memiliki batas tekanan yang dapat diterima.
            Berdasarkan proses yang telah dianalisis, Tekanan pada drum dengan operasi normal adalah 62 barg. Tekanan pada steam drum dapat berubah sebagai dampak dari berbagai faktor seperti pompa dan suhu gas buang yang masuk ke dalam HRSG. Hal ini menyebabkan tekanan dapat sewaktu-waktu meningkat. Walaupun steam drum dilengkapi dengan PSV (pressure safety valve) yang akan melepaskan tekanan pada steam drum jika tekanan meningkat. Namun, hal ini sangat tidak disarankan menggunnakan PSV karena menyebabkan uap air yang dihasilkan terbuang percuma dan menyebabkan kerugian yang lebih besar sehingga dibutuhkan sistem proteksi tekanan lain pada steam drum. Berikut diagram respon sistem proteksi pada steam drum.

Gambar 6: Diagram Alur Kontrol Tekanan


Piping & Instrumentasi Diagram Steam Drum HRSG



Gambar7: P&ID

Kesimpulan:
1.      Parameter yang harus dikontrol pada steam drum adalah tekanan dan level oleh karena itu, pada steam drum dilengkapi dengan sistem proteksi tekanan dan sistem proteksi level
2.      Pada sistem proteksi tekanan diusahakan PSV (pressure safety valve) tidak beroperasi karena dapat menimbulkan kerugian lebih besar
Refrensi:
1.       Rajkumar,T.2013.Boiler Drum Level Control by Using Wide Open Control with Three Element Control System.www.international.abhinavjournal.com, diakses 11 Oktober 2013
2.       Reliance, Clark. 1996.A Guide to Boiler Drum Level Equipment and Control Concepts.www.clarkreliance.com/site/applications/.../BoilerLevelGuideBook01, diakses 11 Oktober 2013
3.       Farthing, C. David.2001.Boiler Drum Level Measurement and Control.Oklohama
4.       Standar ASME
5.       Vandagriff, Ralph L. 2001. Practical Guide to Industrial Boiler Systems. New York: Marcel Dekker, Inc.